Showing posts with label ide. Show all posts
Showing posts with label ide. Show all posts

Thursday, October 8, 2015

Cara mengisi data pupns agar tidak gampang stres :D

Mengisi data PUPNS, kadang (malah sering) bikin stres. Dengan menggunakan layanan internet yang cepat pun, kadang masih sering putus-putus koneksi ke BKN nya. Masalah yang sering di terjadi adalah, ketika kita sudah selesai mengisi satu form, dan menekan tombol simpan, koneksi malah putus. Dan kita dikembalikan ke halaman menu, disuruh login ulang. Setelah login, kita lihat data yang telah kita isikan tadi (yang tadi kita klik simpan), tidak tersimpan.  Sempurna. Kita disuruh ngisi ulang. Klik simpan lagi, gagal lagi. STREEESSS...
Tapi, ada kabar gembira untuk kita semua. Saya menemukan cara untuk meng’akali’ gagal simpan ini. Dan disini akan saya bagikan ‘cara’ nya. Selamat mencoba. :D



1. Setelah login dan masuk halaman pupns, pilih bagian yang mau diisikan

2. Setelah data selesai di lengkapi, jangan langsung ditekan tombol simpan. Tapi, buka lah tab baru, dan buka halaman https://epupns.bkn.go.id/menu 


3. Pilih masuk, login menggunakan id dan pass anda. 
 4. Jika berhasil login, segera pindah k tab sebelumnya (halaman kita melakukan perubahan data) dan tekan tombol simpan (sesegera mungkin, nggak pakai lama :D ) 
 5. Jika ada konfirmasi perubahan, tekan OK (sesegera mungkin, dan secepat mungkin :D) 
 6. Jika tidak ada masalah, anda berhasil mengupdate data anda tanpa harus kembali ke halaman awal (halaman login)
Sekian, terima kasih :D

Sunday, July 12, 2015

Untukmu yang Bosan Ditanya Kapan?

 Untukmu yang Bosan Ditanya Kapan?

Mungkin sudah jadi sifat alami manusia, ingin mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Atau juga mungkin itu hanya sebuah sikap baik, sikap ramah, ataupun sebuah perhatian tentang keadaan orang lain. Dan perhatian itu sering kali dimulai dengan sebuah kata tanya "kapan?".

Kamu yang terjebak di gelapnya masa-masa bimbingan dengan dosen pasti mengerti dengan sakitnya pertanyaan "kapan wisuda?". Setelah berhasil melewati masa perjuangan berat dikampus, orang-orang akan 'memperhatikan' (red : mempertanyakan) kegiatanmu di masyarakat dengan bertanya "kapan kerja?". Belum cukup disana, dengan pekerjaan yang menjanjikan, mereka mulai memperhatikan masa depan hidupmu dengan bertanya "kapan kawin?", dan ini adalah salah satu pertanyaan terbesar yang jika salah-salah bertanya bisa menyebabkan pertumpahan darah antara penanya dan yang ditanya. Dan masih banyak "kapan?-kapan?" lain yang menyusul seperti ; "kapan punya anak?", "kapan punya rumah?", "kapan punya kendaraan?", "kapan naik haji?", "kapan jadi presiden?", dan "kapan?-kapan?" lainnya mulai dari yang masuk akal sampai yang keluar akal.

Dan mungkin, ada sebagian dari kamu yang malah bukan menjadi korban dari pertanyaan ini, melainkan menjadi pelakunya. Ketika kamu berada diposisi yang lebih baik, kamu mempertanyakan "kapan?" kepada orang yang berada diposisi di bawah kamu. Ketika kamu sudah menikah, kamu mulai bertanya "kapan kawin?" kepada teman mu yang belum menikah. Ini sungguh suatu perlakuan yang menyakitkan. Apalagi korban yang ditanya ini Jomblo akut, tampang pas-pasan dan belum wisuda. Sungguh, ini seperti menusuk pant*t singa kelaparan dengan tusuk gigi bekas.

Untuk lebih baik, bagi kamu yang sering ditanya "kapan?", maka alangkah baik kita bertanya balik kepada mereka yang bertanya. Ketika mereka bertanya "kapan kawin?", "kapan wisuda?", maka bertanyalah kembali kepada mereka yang bertanya itu, "Kapan Kamu Mati?". 

Mungkin ini sedikit 'nyentrik' dan 'menggelitik'. Tapi, bukankah pertanyaan ini mempunyai jawaban yang berujung pada satu hal, yaitu takdir Tuhan. Kita tidak tahu kapan kita akan mati, seperti mereka yang bertanya 'kapan?' itu meninggalkan dunia ini. Bukankah kita hanya bisa berusaha menjaga kesehatan tubuh kita, dan masalah kematian itu kembali kepada kehendak-Nya?

Dan bukankah semua pertanyaan kapan itu mempunyai jawaban yang kembali kepada-Nya. Kita tidak tahu kapan wisuda, karena kita tidak tahu kapan Tuhan menggerakkan hati para dosen itu menerima skripsi kita. Kita tidak tahu kapan mendapatkan pekerjaan karena kita tidak tahu kapan Tuhan memberikan rezeki dan nikmatnya bekerja itu kepada kita. Dan bukankah jodoh seperti itu juga. Kita hanya bisa berdoa dan berusaha memperjuangkan perasaan kita tanpa bisa berbuat banyak untuk meyakinkan hati dia kepada kita. Dan bukankah semuanya kembali kepada Tuhan yang menguasai setiap hati manusia.

Dan untukmu yang sering bertanya "kapan?", maka hentikanlah pertanyaan menyakitkan ini, karena tidak ada yang tahu dengan pasti masa depan ini, kecuali Tuhan.

Dan untukmu yang sering terluka disiksa pertanyaan "kapan?", maka kembalikan lah jawaban pertanyaan itu kepada Tuhan, dan kembalikan pertanyaan itu kepada mereka yang bertanya.
"Kamu Kapan Mati?"

Friday, February 20, 2015

automatic fish feeder

Pemberi Makan Ikan Otomatis

Pemberi makan ikan otomatis ini, aq buat menggunakan alat-alat sederhana. Bisa digunakan untuk memberi makan ikan cupang / beta fish, atau ikan-ikan kecil lainnya.
Selengkapnya silahkan ditonton melalui video ini.


Bahan-bahan yang kita gunakan cukup sederhana, bisa dibeli d toko ataupun menggunakan bahan yang telah tersedia di rumah kita.
Bahan-bahannya :
1. Mesin jam dinding
2. sedotan
3. bola pingpong
4. kawat

selamat mencoba, dan semoga berhasil :)

pemberi makan ikan otomatis, mesin pemberi makan ikan, automatic fish feeder, pemberi makan ikan cupang otomatis, pemberi makan ikan hias, pemberi makan ikan aquarium otomatis.

Tuesday, May 13, 2014

cara berhenti merokok



 Merubah Kebiasaan Merokok
 
Dirangkum dari buku :
Change Any Thing


Karangan :
Kerry Patterson, Joseph Grenny, David Maxfield, Ron Mcmillan, dan Al Switzler


Kenapa Sulit Mengubah Kebiasaan

Kebanyakan dari kita pasti pernah mencoba mengubah kebiasaan. Mulai dari pengumpulan niat, melakukan sesuatu baru, kemudian bosan, gagal, dan kembali kepada kebiasaan lama. Dan umumnya kita menyalahkan ‘kekuatan tekad’ atau ‘keinginan’ kita untuk berubah lah yang kurang.
Menurut buku ini, penyebab dari gagalnya kita melakukan perubahan bukanlah dari kekuatan tekad kita. Kekuatan tekad ini hanyalah satu dari 6 hal yang mempengaruhi kita untuk melakukan perubahan. Setidaknya ada enam pengaruh yang mempengaruhi kegiatan dan kebiasaan kita.
Powered by Blogger.